• KABAR
  • Pengelolaan Hutan dan Lahan Gambut Berkesinambungan Berbasis Masyarakat

Pengelolaan Hutan dan Lahan Gambut Berkesinambungan Berbasis Masyarakat

Pengelolaan Hutan dan Lahan Gambut Berkesinambungan Berbasis Masyarakat

Kegiatan pembangunan infrastduktur dalam rangka pembasahan lahan gambut melalui pembangunan sekat kanal, tali air, sumur bor dan normalisasi kanal telah dilakukan di Provinsi Riau, Kalimantan Tengah, dan Jambi sebagai inisiatif awal. Pembangunan ini dilaksanakan antara Oktober – Desember 2015.

NoProvinsiDesaHasil
1 Riau Kampung Jawa - Sei Pakning 26 sekat Kanal
Tanjung Leban 1 tali air (400 m)
Sepahat pompa air
Buruk Bakul sekat kanal
2 Jambi 1. Pandan Makmur 9 Sekat Kanal
2. Pandan Sejahtera
3 Kalimantan Tengah 1. Tumbang Nusa 50 Sumur Bor

Dengan tujuan pemberdayaan dan penguatan masyarakat dalam upaya pencegahan karlahut, program transisi dilaksanakan melalui program berbasis masyarakat (community-based program). Dalam program ini, masyarakat merupakan pelaku utama dalam upaya pencegahan karlahut di wilayah mereka. Melalui program ini pula, masyarakat dibuat hidup dan dekat dengan lahan mereka, melalui berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur dan juga program pengembangan mata pencaharian (livelihood).

Kerjasama dengan LSM lokal juga dilakukan agar terjadi penguatan kapasitas pada LSM tersebut dan juga penguatan kapasitas masyarakat sebagai tujuan utama. Melalui pelibatan LSM pendamping ini, diharapkan kualitas program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dapat terjaga dan kepentingan masyarakat terpenuhi.

Delapan belas LSM lokal saat ini telah selesai menjalani proses penilaian (assessment) dan proses pelibatan (engagement) sehingga diharapkan kegiatan dapat dilakukan pada akhir Januari dan awal Februari 2016.

Kerjasama ini akan dilakukan di 5 provinsi di 17 Kabupaten berikut

NoProvinsiKabupaten
1 Riau 1. Siak
2. Bengkalis
3. Rokan Hilir
4. Indragiri Hilir
5. Palalawan
2 Jambi 1. Tanjung Jabung Timur
2. Muaro Jambi
3 Sumatera Selatan 1. Ogan Komering Ilir
2. Musi Banyuasin
4 Kalimantan Barat 1. Ketapang
2. Kubu Raya
5 Kalimantan Tengah 1. Pulang Pisau
2. Kapuas

Pemilihan lokasi/desa ini didasarkan pada pertimbangan berikut:

  1. Memiliki lahan gambut dan berada pada satu wilayah hidrologis
  2. Jumlah titik panas yang tinggi dalam 2 tahun terakhir
  3. Berada di luar daerah konservasi maupun konsesi
  4. Adanya indikasi kanal
  5. Merupakan hasil koordinasi antara KLHK, pemerintah daerah dan LSM lokal.
share this on: 

Fase Transisi REDD+ - United Nations Development Programme - 2016