• KABAR
  • Penanganan Kasus Konflik di 2 Wilayah Model

Penanganan Kasus Konflik di 2 Wilayah Model

Mediasi konflik antara Orang Rimba dan PT. Wana Perintis. Sampai dengan saat ini telah dilaksanakan tiga kali pertemuan mediasi. Proses mediasi dihadiri oleh para pihak yang meliputi KLHK, Komnas HAM, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dan Kabupaten, PT. Wana Perintis, masyarakat Orang Rimba, KKI WARSI. Proses mediasi masih terus berlangsung, dan akan dilanjutkan melalui skema pengakuan masyarakat adat melalui Satgas PPMHA.

Mediasi konflik antara masyarakat Sakai dengan PT. Arara Abadi. Sampai dengan saat ini telah dilaksanakan pertemuan mediasi awal. Rapat koordinasi pembahasan tindak lanjut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri LHK Bidang Jaringan, LSM dan Amdal, Direktur PKTHA dan para pihak. Mediasi saat ini tertunda karena menunggu proses Pilkada, karena dalam pemetaan konflik erat kaitannya dengan situasi politik.

Mediasi konflik antara masyarakat Batin Sembilan dan PT REKI. Bersama dengan Staf Khusus Menteri LHK Bidang Jaringan, LSM dan Amdal, Direktorat PKTHA, Dinas Kehutanan Provinsi dan Kabupaten, PT REKI, LSM Burung Indonesia, masyarakat Batin Sembilan dan LSM CAPPA, telah dilakukan proses mediasi melalui 5 kali pertemuan. Berdasarkan proses tersebut telah dicapai kesepakatan bersama untuk menempuh jalur kemitraan antara PT REKI dengan masyarakat Batin Sembilan. MOU antar pihak telah ditandatangani pada 3 Desember 2015 lalu.

share this on: 

Fase Transisi REDD+ - United Nations Development Programme - 2016