• KABAR
  • Kunjungan Media: Pembelajaran Dari Komunitas Dalam Penanggulangan Karhutla

Kunjungan Media: Pembelajaran Dari Komunitas Dalam Penanggulangan Karhutla

Kunjungan Media: Pembelajaran Dari Komunitas Dalam Penanggulangan Karhutla

Salah satu contoh bentuk sinergi yang cukup efektif antara masyarakat dengan pemerintah dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan adalah normalisasi dan pembangunan sekat kanal. Melalui dukungan Program REDD+ Partnership telah dibangun sekat kanal di sejumlah desa di Kabupaten Bengkalis : Desa Tanjung Leban, Desa Sepahat, Desa Buruk Bakul dan Desa Kampung Jawa. Program ini telah diakui membawa dampak yang positif dalam mengurangi intensitas kebakaran lahan dan hutan di kawasan tersebut yang sebelumnya merupakan “hotspot” kebakaran di Riau.

Untuk memperoleh informasi pembelajaran dari komunitas dalam menanggulangi kebakaran lahan dan hutan di empat desa tersebut di Kabupaten Bengkalis, Riau, pada 19-20 November 2015. Di dalam kegiatan kunjungan media itu melibatkan beberapa jurnalis, komunitas, aparat pemerintah, dan staf Program REDD+ Partnership.

Pada kunjungan media itu, Kepala Desa Tanjung Leban, H Atim, menyampaikan, “upaya yang ampuh untuk mencegah kebakaran adalah dengan kembali membasahi wilayah seperti sedia kala”. “Kementerian LHK melalui dukungan Program REDD+ melaksanakan program tata kelola lahan gambut guna pencegahan kebakaran dengan membangun sekat kanal (canal blocking) di empat desa di Kabupaten Bengalis. Salah satunya di Desa Tanjung Leban”, tutur H. Atim.

Untuk Desa Kampung Jawa terdapat kearifan lokal yang tumbuh di dalam komunitas tersebut dan disampaikan secara turun temurun. Salah seorang warga Desa Kampung Jawa, Syamsul Bahri mengungangkan, “meski kami ini hidup berladang, kami tidak pernah merusak hutan yang ada di hulu, makanya ketika pemerintah memberikan izin pembukaan kawasan itu kami marah karena sudah tahu akibatnya”. H. Atim pun menambahkan, “sejak adanya program sekat kanal parit di wilayah tersebut mulai terisi air, dan warga desa ini mengharapkan selain sekat kanal supaya ada bantuan bibit karet untuk mengganti tanaman karet yang terbakar.”

share this on: 

Fase Transisi REDD+ - United Nations Development Programme - 2016