• KABAR
  • Hutan Adat Terlarang Imbo Putui: Kisah Sukses Perlindungan Hutan

Hutan Adat Terlarang Imbo Putui: Kisah Sukses Perlindungan Hutan

Pertemuan di dalam hutan yang dihadiri oleh Christophe Bahuet (UNDP Indonesia Country Director), Nita Murjani (Kedutaan Besar Norwegia), dan komunitas lokal Imbo Putui

Christophe Bahuet (Country Director UNDP Indonesia) dan Nita Murjani (Perwakilan Kedutaan Besar Norwegia) mengalami pengalaman unik saat mengunjungi Hutan Adat Terlarang Imbo Putui. Mereka berpartisipasi dalam pertemuan yang diadakan di tengah Hutan Imbo Putui, di bawah sebuah pohon tua besar, bersama komunitas lokal. Imbo Putui adalah salah satu dari sedikit hutan adat yang tidak masuk dalam program Hutan Lindung Pemerintah Indonesia. Komunitas lokal mengambil peran sebagai penjaga hutan dengan cara berpegang pada hukum adat yang berasal dari Nenek-Mamak mereka.

REDD+ Partnership bekerja sama dengan komunitas Imbu Putui dalam program pemberdayaan hidup komunitas lokal. Kemitraan tersebut telah memberikan bantuan teknis yang signifikan bagi petani madu, yakni dalam bentuk rumah produksi, peralatan kemasan, dan baju kerja khusus bagi para petani madu. Dengan keberadaan akses untuk melakukan aktivitas ekonomi alternatif dan berkelanjutan, komunitas lokal dapat memusatkan konsentrasi mereka dalam upaya untuk melestarikan hutan.

Hutan Imbo Putui dikelilingi oleh perkebunan sawit yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar. Meski begitu, kearifan lokal komunitas setempat yang menganggap bahwa hutan adalah warisan dari nenek moyang mereka yang harus diberikan kepada generasi berikutnya telah menjadi prinsip yang sangat kuat dipegang oleh komunitas lokal sehingga mereka terus menjaga hutan mereka, terlepas dari tekanan eksternal yang kuat. Dalam hal perencanaan, komunitas lokal hendak mengubah hutan sebagai area wisata lingkungan yang terfokus pada wisata edukasional bagi mahasiswa dan khalayak umum.

Oleh: Terry Muthahhari

share this on: 

Fase Transisi REDD+ - United Nations Development Programme - 2016