• KABAR
  • Peluncuran Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim

Peluncuran Sistem Registri Nasional Pengendaliaan Perubahan Iklim

Peluncuran Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 1 November 2016 oleh Menteri Siti Nurbaya Bakar.

Oleh: Rinawati Eko

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim sebagai bentuk implementasi tata kelola yang baik, transparansi dan keterbukaan informasi dalam sinergi bersama upaya pengendalian perubahan iklim di Indonesia. Sistem ini sekaligus bentuk keseriusan Indonesia dalam mengadopsi Perjanjian Paris terutama dalam konteks upaya penyediaan informasi terkait kontribusi yang diniatkan (intended contribution) yang memenuhi kriteria kejelasan (clarity), transparansi (transparency) dan dapat dimengerti (understandable)

Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (selanjutnya disebut SRN-Pengendalian Perubahan Iklim) merupakan rumah pengelolaan data dan informasi terkait kegiatan maupun sumber daya yang mendukung pelaksanaan dan keberlangsungan upaya pengendalian perubahan iklim di Indonesia. Disini akan dihimpun data dari berbagai tingkatan pelaksana kegiatan maupun penyedia dukungan sumber daya baik dalam skala nasional, regional maupun proyek. Data yang terhimpun selanjutnya diintegrasikan secara seksama dalam sistem basis data dan ditampilkan melalui panel instrumen (dashboard) yang terakses oleh publik.

Perubahan iklim telah menjadi fokus pertimbangan dalam perumusan tujuan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pengarustamaan isu perubahan iklim dalam RPJM 2015-2019 membawa misi untuk mengarahkan kepada rencana pembangunan rendah karbon yang akan menghadirkan kesejahteraan berkeadilan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berketahanan iklim bagi Rakyat Indonesia di masa kini dan masa mendatang. Komitmen kuat Indonesia ini mendatangkan dukungan dari berbagai komunitas baik di tingkat internasional maupun nasional.

Keberagaman aksi dan dukungan tersebut memerlukan mekanisme koordinasi yang kuat agar efektif dan efisien serta meminimalkan kesenjangan antara kegiatan yang dilakukan di lapangan dan dukungan yang diberikan. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, dalam sambutannya menekankan pentingnya Sistem Registri Nasional sebagai sarana integrasi aksi dan sumber daya terkait perubahan iklim. Khususnya untuk menghindari double counting serta sekaligus sebagai alat koordinasi dan alat penilai sejauh mana pelaksanaan kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang didukung oleh berbagai sumber daya.

Integrasi data yang menyeluruh dan partisipatif selanjutnya memungkinkan SRN menjadi sistem penelusuran (tracking system) pelaksanaan kegiatan maupun dukungan sumber daya dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

share this on: 

Fase Transisi REDD+ - United Nations Development Programme - 2016