• KABAR
  • REDD+ Partnership Dukung Pelatihan Jurnalisme Warga di Sumbar

REDD+ Partnership Dukung Pelatihan Jurnalisme Warga di Sumbar

Pelatihan Jurnalisme Warga di Sumatera Barat

PADANG - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan REDD+ Partnership, sebuah program kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Norwegia yang difasilitasi oleh UNDP, untuk mengadakan Pelatihan Citizen Journalism atau Jurnalisme Warga di Hotel Basko, 23-26 November 2015. Pelatihan diikuti 25 perwakilan pengelola hutan kemasyarakat dari lima kabupaten, Agam, Pasaman, Padang Pariaman, Sijunjung dan Solok Selatan serta wakil dari lembaga swadaya masyarakat.

Para peserta dilatih jurnalis senior dari Jakarta dan Padang. Selain Redaktur Pelaksana Investigasi Majalah TEMPO Wahyu Djatmika dan jurnalis lingkungan Harry Suryadi, juga koresponden The Jakarta Post Syofiardi Bachyul Jb dan Ketua AJI Padang yang juga Pemimpin Redaksi Tabloid Puailiggoubat Ocha Mariadi.

Direktur Kemitraan Lingkungan Kementerian LHK Widodo Sambodo pada sambutan penutupan berharap peserta bisa menjadi jurnalis warga yang menginformasikan berbagai peristiwa yang terjadi di wilayah lingkungan dan hutan mereka sendiri melalui saluran TEMPO SMS dan media lainnya. Laporan mereka diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan.

"Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan sebelumnya yang sudah dilakukan di Depok, Lampung, dan Jambi," kata Widodo.

Rakhmat Hidayat dari REDD+ Partnership mengatakan, pelatihan jurnalisme warga bertema "Jurnalisme Warga Ramah Lingkungan" dibutuhkan untuk membuka akses komunikasi yang transparan dari masyarakat kepada para pemangku kepentingan terkait isu lingkungan dan hutan.

Selama empat hari peserta tidak hanya dibekali dasar-dasar jurnalistik dan konsep kebijaka perhutanan sosial, juga diterjunkan ke Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman melakukan liputan keberhasilan nagari tersebut mengelola hutan nagari. Para peserta melanjutkan teori mereka dengan praktek penulisan.

share this on: 

Fase Transisi REDD+ - United Nations Development Programme - 2016