Program strategis

“Inisiatif REDD+ di Indonesia dilakukan secara bertahap yang tidak menimbulkan gejolak yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu kepentingan nasional. Pengurangan emisi gas rumah kaca melalui sektor kehutanan dan penggunaan lahan atau yang lebih dikenal dengan naman Reducing Emission from Deforestation and Forest Degration (REDD+) adalah mekanisme global insentif positif menjaga tutupan hutan yang diperuntukkan untuk negara berkembang seperti Indonesia. Bagi Indonesia, mekanisme ini menyediakan momentum bagi perubahan yang lebih luas dan mendasar daripada hanya emisi karbon hutan. Dalam pelaksanaannya diperlukan koordinasi lintas sektor berbasis lahan dan berbagai sektor pendukung. Integrasi antara agenda sektor publik dan swasta hingga tingkat lokal diperlukan agar kepentingan nasional tetap terakomodir sementara kepedulian Indonesia akan isu global juga tersuarakan. Hal yang mana menjadi dasar pertimbangan dari penyusunan Strategi Nasional REDD+ .

Inisiatif REDD+ di Indonesia dilakukan secara bertahap yang tidak menimbulkan gejolak yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu kepentingan nasional. Program strategis REDD+ dirancang untuk dapat menciptakan prakondisi dan membangun proses-proses awal beberapa perubahan mendasar yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan program REDD+ dan mempercepat pelaksanaan REDD+ di provinsi mitra REDD+. Program strategis REDD+ berorientasi pada peningkatan efektifitas pengelolaan lanskap berkelanjutan, pelaksanaan sistem ekonomi pemanfaatan sumber daya alam secara lestari, dan konservasi dan rehabilitasi lahan; beserta perubahan seluruh pra-kondisi yang memungkinkan ketiganya dapat tercapai. Sejak mulai bergulir sejak tahun 201, inisiatif REDD+ di Indonesia telah banyak turut mengawal terobosan-terobosan utamanya dalam perbaikan tata kelola hutan Indonesia seperti inisiatif Satu Peta, moratorium perizinan, audit kepatuhan, resolusi konflik pada tanman nasional dan mengawal pengakuan dan perlindungan pada Masyarakat Hukum Adat (MHA).

Dalam fase transisi ini, Program REDD+ Indonesia telah memprioritaskan pelaksanaan beberapa program demi mewujudkan visi mulia REDD+ di Indonesia pengelolaan sumber daya alam hutan dan lahan gambut yang berkelanjutan sebagai aset nasional yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Implementasi dari REDD+ di Indonesia pada fase transisi ini berkonsentrasi pada pencegahan kebakaran lahan gambut dan hutan, reformasi hukum, resolusi konflik, pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat, perhutanan nasional dan pelibatan masyarakat.

  • Program Strategis
Masalah kerusakan lingkungan hidup (environmental crisis), perubahan iklim, pemanasan global, dan manifestasi lain sejatinya adalah krisis moral, karena terjadi sebagai akibat perbuatan manusia.
Ada banyak inovasi masyarakat. Kalau itu tidak dikumpulkan maka akan buyar. Ini harus dilakukan secara sistematis sebagai salah satu modal besar bangsa kita dalam meningkatkan ketahanan nasional terhadap dampak-dampak perubahan iklim.
Kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 makin menyadarkan semua pihak pentingnya pengelolaan lahan gambut berkelanjutan. Untuk meningkatkan peran masyarakat dalam hal ini, REDD+ Partnership bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.
Emisi yang dihasilkan biodiesel lebih kecil dibanding bahan bakar fosil. Ia menyontohkan bahwa menurut penelitian setiap liter penggunaan bahan bakar fosil akan menghasilkan emisi 2,6 kilogram CO2e. Sedangkan biodiesel mengeluarkan emisi 1,54...
Kebutuhan adanya kelembagaan tentang measurement, reporting and verification (MRV) untuk program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) dirasakan mendesak saat ini. Apalagi kegiatan MRV memerlukan pendanaan yang besar...
Dalam konteks pelaksanaan REDD+ perubahan transformatif sudah, sedang, dan harus diteruskan prosesnya. Di tingkat nasional, REDD+ berproses secara teknis, politis, dan legal. REDD+ secara operasional sudah dijalankan di 76 kabupaten di 11 provinsi...
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Nur Masripatin telah menyusun jadwal pertemuan terkait dengan target INDC tiap sektor. Termasuk menyiapkan dokumen yang akan di-submit ke Adhoc Working Group on Paris Agreement dan working group...
Festival Iklim 1-4 Februari 2016 merupakan titik pijak untuk penguatan pelibatan masyarakat dalam mengatasi dampak perubahan iklim dari tingkat nasional sampai tingkat tapak. Hal ini dilakukan sebagai internalisasi hasil Pertemuan Para Pihak (COP)...
share this on: 

Fase Transisi REDD+ - United Nations Development Programme - 2016