• Program
Inisiatif REDD+ di Indonesia dilakukan secara bertahap yang tidak menimbulkan gejolak yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu kepentingan nasional.
Prinsip penting dalam proses distribusi manfaat kegiatan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan dan lahan gambut (REDD+) adalah adanya perubahan paradigma bahwa masyarakat akan menjadi subyek dari suatu program maupun kebijakan.
Masyarakat Hukum Adat telah membuktikan diri sebagai penjaga terbaik hutan. Namun demikian Masyarakat Hukum Adat juga menjadi pihak yang terdampak jika terjadi ketidakseimbangan fungsi hutan.
Pembicaraan tentang REDD+ tidak dapat terpisahkan dari wacana penggunaan lahan. Dan dalam kenyataannya isu penggunaan lahan di Indonesia tidak pernah sepi dari konflik. Tumpang tindih perizinan dalam penggunaan lahan menjadi masalah kunci dalam konflik penggunaan lahan.
Sampai saat ini, Indonesia dengan luas tutupan hutan 98.072,7 juta hektar tetap menyisakan masalah yang tak kunjung usai.
Kejadian kebakaran hutan dan lahan gambut 2015 menempatkan Indonesia ke titik perhatian dunia. Berulangnya kejadian kebakaran kali ini bertanggung jawab atas kerugian ekonomi dengan perkiraan awal mencapai $ 16 milyar.
share this on: 

Fase Transisi REDD+ - United Nations Development Programme - 2016