• Sejarah
  • Melampaui Karbon Melebihi Hutan

Melampaui Karbon Melebihi Hutan

Menjaga tegakan pohon dengan tetap memberikan kesempatan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sekeliling sekaligus menurunkan emisi karbon.

Dengan tetap mengusung tujuan awal dari REDD+ yaitu penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, inisiatif REDD+ di Indonesia bergerak melampaui urusan karbon.

REDD+ di Indonesia bergerak melampaui tujuan pengurangan emisi karbon semata dengan meluaskan peran strategisnya untuk memperbaiki tata kelola hutan. Tujuannya agar manfaat hutan terdistribusi secara adil di masyarakat sekeliling hutan dan kelestarian hutan tetap terjaga. Inilah esensi REDD+ di Indonesia.

Diestimasi lebih dari 49 juta orang tinggal di kawasan hutan. Mereka menggantungkan penghidupannya baik keseluruhan maupun sebagian, secara langsung maupun tidak langsung kepada hasil hutan. Jika dilihat dari kondisi ekonominya, sebagian besar (hampir keseluruhan) termasuk dalam kelompok miskin dengan dari kriteria Bank Dunia yaitu dengan pendapatan kurang dari 2 dolar AS per hari.

Hutan menjadi tumpuan hidup dan bagi sebagian berfungsi sebagai jaring pengaman hidup. Mereka mengumpulkan kayu bakar, berburu dan mengumpulkan tanaman obat, kulit kayu dan produk non-kayu lainnya untuk digunakan sendiri ataupun dijual ke pasar. Bagi sebagian, hutan juga menjadi pusaran kehidupan spiritual yang tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari.

 
"REDD+ di Indonesia menyusun strateginya untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi) berkelanjutan dengan kesetaraan"

Atas dasar inilah REDD+ di Indonesia menyusun strateginya untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi) berkelanjutan dengan kesetaraan. Hal yang mana menuntut perubahan paradigma. Dari menebang pohon untuk mendapatkan penghasilan beralih menjadi menjaga pohon demi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Bekerjasama dengan para mitra, inisiatif REDD+ di Indonesia terus bergerak demi menyelamatkan tegakan pohon baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan. Selanjutnya insentif ekonomi diberikan kepada masyarakat setempat yang telah berperan aktif melindungi pepohonan yang tersisa. Efek dominonya yang dituju adalah menggeliatnya sistem perekonomian setempat dan dalam jangka panjang akhirnya akan mengurangi ketergantungan pada sistem perekonomian berbasis ekstraksi produk hutan.

Apa yang dilakukan inisiatif REDD+ di Indonesia adalah intergrasi upaya menurunkan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan dengan upaya-upaya lain yang bertujuan untuk melestarikan jasa ekosistem, termasuk keanekaragaman hayatinya serta mewujudkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar hutan.

REDD+ merupakan mekanisme global insentif positif bagi negara berkembang yang melakukan upaya bagi pelestarian hutan mereka yang kaya akan karbon. Walau perkembangan REDD+ di Indonesia harus senantiasa menyesuaikan dengan dinamika pemerintahan namun implementasi REDD+ di Indonesia tetap berperan penting dalam usaha Indonesia mengurangi emisi sebesar 29 persen dari tingkat business as usual pada tahun 2030. Dan hanya dengan memperhatikan penghidupan dan kesejahteraan masyarakat, kelestarian lingkungan akan terjaga.

share this on: 

Fase Transisi REDD+ - United Nations Development Programme - 2016