• KABAR
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran telah menandatangani penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlaku mulai 11 Juli hingga 8 Oktober 2016.
Sulitnya mempertahankan fungsi lingkungan sangat disadari sebagai tantangan dalam menjaga komitmen terhadap penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan iklim. Tantangan tersebut membutuhkan komitmen dan kemauan yang kuat agar penurunan emisi GRK dapat dicapai.
Puluhan pakar dan praktisi yang bergerak di bidang lingkungan hidup berdiskusi membahas tentang konsistensi guna menghadapi perubahan iklim digelar di Padang, Sumatera Barat, dalam Sosialisasi Tindak Lanjut Pasca COP-21 Kesepakatan Paris 2015, Kamis.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto mengatakan, dampak perubahan iklim akan terasa terutama di bidang pertanian, kehutanan, sumber daya air, spesies dan habitat, pesisir pulau kecil dan kesehatan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menggelar sosialisasi perubahan iklim dan langkah tindak lanjut Conference of Parties (COP) 21 di Paris tahun 2015 di Palu, Kamis.
“Yang terpenting adalah semua negara di dunia sepakat mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim, terutama melalui pengelolaan dan perlindungan hutan dan lahan gambut yang lebih baik”
share this on: 

Fase Transisi REDD+ - United Nations Development Programme - 2016